Washington Consensus


Konsep dan nama “Washington Consensus” dipresentasikan pertama kali pada tahun 1990 John Williamson
John Williamson adalah seorang ekonom dari Institute for International Economics
IIE sebuah institusi yang meneliti ekonomi internasional berkedudukan di Washington
Williamson menggunakan istilah Washington Consensus untuk merangkum beberapa saran kebijakan oleh institusi di Washington pada saat itu
Institusi tersebut adalah IMF, Bank Dunia dan U.S. Treasury Department
Institusi tersebut bertujuan menciptakan agenda pemulihan Amerika Latin dari krisis keuangan
Williamson sendiri menolak program berikutnya yang menggunakan istilah Washington Consensus
Pada tahun 1992, Michael Novak (penulis konservatif) menyebut “Washington Consensus” menjadi Democratic Capitalism

Menurut Joseph Stanislaw dan Daniel Yergin penulis The Commanding Heights, istilah
Washington Consensus” dikembangkan di Amerika Latin

  • Orang Amerika Latin berpendapat bahwa Washington Consensus adalah sebuah teori konspirasi yang dibangun untuk memindahkan kesalahan pemerintah mereka kepada kesalahan pasar

Washington Consensus

  • Fiscal discipline
  • A redirection of public expenditure priorities toward fields offering both high economic returns and the potential to improve income distribution, such as primary health care, primary education, and infrastructure
  • Tax reform (to lower marginal rates and broaden the tax base)
  • Interest rate liberalization
  • A competitive exchange rate
  • Trade liberalization
  • Liberalization of inflows of foreign direct investment
  • Privatization
  • Deregulation (to abolish barriers to entry and exit)
  • Secure property rights

Washington Consensus

  • Kebijakan fiskal berimbang
  • Belanja negara diarahkan untuk bidang yang menawarkan tingkat pengembalian ekonomi yang tinggi dan yang berpotensi untuk meningkatkan distribusi pendapatan, seperti kesehatan, pendidikan dan infrastruktur
  • Reformasi pajak (untuk menurunkan tingkat marjinal dan memperluas basis pajak)
  • Pembebasan tingkat suku bunga
  • Nilai tukar mata uang yang kompetitif
  • Pembebasan perdagangan
  • Pembebasan aliran masuk dari FDI (Foreign Direct Investment)
  • Privatisasi
  • Deregulasi (menghapus rintangan masuk dan keluar)
  • Penjaminan hak kepemilikan (property rights)

Negara yang Sudah Mengimplementasi Washington Consensus

  • Argentina
  • Bolivia
  • Brazil (Plano Real)
  • Chile
  • Colombia
  • Costa Rica
  • Dominican Republic
  • Ecuador
  • El Salvador
  • Guatemala
  • Honduras
  • India
  • Mexico
  • Morocco
  • Nicaragua
  • Paraguay
  • Peru
  • Tunisia
  • Uruguay
  • Zambia

Joseph Stiglitz

  • Prof. Stiglitz, Pemenang Hadiah Nobel untuk Ilmu Ekonomi tahun 2001, melihat Bank Dunia dan WTO sebagai kepanjangan ideologi pemerintah AS
  • Pendapat Stiglitz
    • Pemaksaan “Ideologi” ekonomi AS berupa “Washington Consensus” lewat IMF
    • “Washington Consensus” tidak berhasil memperbaiki ekonomi terutama di Amerika Latin
    • Di Asia Timur, justru negara-negara yang tidak mau didikte oleh IMF, seperti Korea Selatan dan Malaysia, lebih cepat keluar dari krisis daripada Indonesia dan Filipina
  • Saran Stiglitz
    • Negara berkembang harus tegas pendiriannya saat berhadapan dengan IMF dan Bank Dunia
    • Negara berkembang berhak memberlakukan proteksi karena pada kenyataannya Amerika Serikat sendiri tetap memberi proteksi kepada beberapa sektor pertanian dan industri, sehingga melakukan double standards dalam perdagangan internasional
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: